Rini Suparmiati

Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila dasar Pembentuk Karakter Bangsa

Artikel Profesi Kependidikan 10 Juni 2012

Filed under: Galery — rinisuparmiati @ 12:30 pm

SEKOLAH DASAR YANG IDEAL

 

Kehidupan sekarang ini tidak lepas dari pesatnya teknologi dan pengetahuan. Dalam era global  saat ini teknologi informasi sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia.  Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat salah satu hal yang bisa membantu manusia dalam masalah tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas manusia itu sendiri, yaitu manusia yang kreatif yang dapat melihat serta memanfaatkan  peluang-peluang baru yang dapat mebantunya hidup dalam kehidupan yang terbuka seperti sekarang ini yang dimana kehidupan tersebut tidak terlepas  dari pesatnya teknologi dan pengetahuan.

Dalam masalah ini pendidikan menjadi sangat penting karena pendidikan mampu membuat manusia menjadi kreatif atau yang mampu memanfaatkan peluang-peluang  baru atau menjadi sosok yang lainnya yang berguna bagi dirinya sendiri dan orang lain. Karena dalam hal ini maka pendidikan menjadi factor penting yang dapat digunakan untuk merealisasikan bakat-bakat yang dibawa manusia sejak lahir sehingga dengan begitu manusia mempunyai keterampilan yang berguna yang akhirnya diharapkan akan muncul masyarakat yang dinamis , efektif dan produktif.

Pengertian pendidikan menurut  Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003 yaitu pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.

Dalam proses pendidikan perlu adanya suatu factor atau komponen yang merupakan syarat mutlak berlangsungnya pendidikan. Komponen tersebut adalah adanya peserta didik, pendidik dan tujuan yaitu ke arah anak itu akan dibawa.

Untuk menjadikan manusia menjadi sosok yang kreatif dengan cara menempuh pendidikan tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Banyak beberapa hal yang harus mendukung akan hal tersebut. Salah satunya adalah lingkungan, lingkungan disini adalah lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah bahkan lingkungan ketika kerja.

Dalam proses pendidikan yang akan dijalani oleh peserta didik ada beberapa hal yang harus mendudkung proses pendidikan tersebut bisa berjalan dengan maksimal dan mampu membuat peserta didik memahami, mengerti serta mengimplementasikan ilmu yang ia perolah dari hasil pendidikan atau belajarnya tersebut.

Beberapa hal yang mendukung dalam berjalannya proses pendidikan yaitu pendidik. Pendidik disni haruslah harus memiliki karakteristik yang khas yang diperlukan dalam melaksanakan tugas mendidiknya yaitu kemaangan diri yang stabil, kematangan social yang stabil serta kematangan professional.selain pendidik yaitu tujuan akan dibawa kemana peserta didik tersebut, serta sarana dan prasana dalam proses pendidikan pun sangat berpengaruh.

Beberapa factor yang disebutkan diatas akan berlangsung dalam situasi pendidikan yang berlangsung di suatu sekolah. Pendidikan disekolah ditempuh sejak usia dini. Saat ini dibeberapa daerah suadah banyak terdapat sarana pendidikan usia dini yaitu PAUD.  Setelah menempuh pendidikan usia dini bisa melanjut ke sekolah TK, lalu ditempuh lagi dengan belajar 6 tahun di Sekolah Dasar, dan 3 tahun di Sekolah Menengah Pertama. Saat ini pendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama menjadi sutu kewajiban untuk anak bangsa. Semua warga Negara Indonesia berhak menikmati pendiidkan selama 9 tahun tersebut. Setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama maka akan berlanjut ke Sekolah Menengah Akhir selama 3 tahun setelah itu bisa melanjutkan lagi ke perguruan tinggi,

Sekarang ini di beberapa daerah sudah banyak terdapat sekolah yang menjadi wadah untuk merealisasikan bakat dari seorang anak. Namun tidak semua sekolah ternyata mampu membawa seorang anak atau peserta didik menjadi sosok yang kreatif yang berguna bagi dirinya dan orang lain. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa masalah yang dihadapi oleh sekolah tersebut salah satunya yaitu dari sarana dan prasana yang tidak mendukung akan berlangsungnya proses pembalajaran, seorang pendidik yang menjadi murid hanya sebagai obejk serta dalam materi yang terlalu banyak dan berat yang harus mampu dioelajari oleh semua siswa.  

Melihat maslah tersebut bisa disimpulkan bahwa tidak semua sekolah mampu membawa peserta didik menjadi sosok yang kreatif yang mampu mengembangkan bakatnya. Maka dari itu penulis sebagai calon pendidik ingin melakukan suatu perubahan dalam proses pendidikan di sekolah.

Pendidikan Sekolah Dasar yang di tempuh oleh penulis yaitu di Sekolah Dasar Negeri Windujaya II yang beralamat di Desa Windujaya Kec. Sedong Kab. Cirebon. Sekolah dasar tersebut mempunyai sarana dan prasarana yang kurang mendukung untuk berlangsungnya proses pemebelajaran. Dilihat dari gedung sekolah yang hanya terdiri dari 6 ruangan, 1 ruangan untuk ruang guru dan 5 ruangan dijadikan 5 kelas. Kelas 1 dan 2 belajar dalam ruangan yang sama hanya dikasih pembatas triplek saja dengan 1 meja panjang untuk 3 murid dan bangku masing-masing, dengan meja yang panjangnya kurang lebih hanya 1 meter dipakai belajar oleh 3 anak ini jelas menjadi masalah untuk si anak karena ruang gerak mereka terbatas.

Selain itu kondisi kelas yang kotor dan warna dinding yang tidak enak untuk dipandang menganggu konsentrasi siswa untuk belajar. 3 ruang belajar kondisinya sama seperti itu. Dan 2 ruang kelas lainnya yang menjadi ruang untuk kelas 5 dan kelas 6 sedikit berbeda, 2 kelas ini mempunyai 2 papan tulis dan meja serta bangku untuk masing-masing siswa, kondisi kelaspun bersih karena untuk murid kelas 5 mereka sudah dituntut untuk mampu membuat ruang kelasnya sendiri bersih dengan cara membagi jadwal piket. Ini menjadi salah satu kelebihan sekolah tersebut.

Sekolah tidak mempunyai taman, lahan yang cukup luas di tengah gedung sekolah hanya menjadi lahan kosong yang tidak dipergunakan. Banyak rumput yang tidak terwat di halaman sekolah. Rumput tersebut sampai tumbuh seperti ilalang. Ini jelas sangat di sayangkan.

WC atau kamar mandi untuk siswa. Ini pun menjadi masalah. Karena di sekolah ini WC untuk siswa tidak layak dipergunakan. Kondisinya yang begitu kotor dan di dalamnya banyak tumbuh rumput yang tinggi serta tidak ada air bersih yang bisa di gunakan oleh siswa. Ini begitu sangat memprihatinkan.

Siswa yang menempuh pendidikan di sekolah Dasar ini hanya di jejali oleh materi-materi dari beberapa pelajaran yang diberikan oleh pendidik. Dari pagi sampai siang siswa hanya dijejali materi-materi, teoroi-teori yang dimana mereka tidak memahami itu bahkan mungkin tidak mengimplementasikan dalam kehiduapnnya sehari-hari. Disini siswa hanya dituntut untuk menghafal dan menghafal saja.

Akan menjadi apa nanti kedepannya bila proses pembelajaran hanya berlangsung seperti itu saja?. Selain hal tersebut yang menjadi masalah adalah kegiatan ekstra kurikuler. Di sekolah ini tida ada kegitan ekskul. Setelah proses pembelajaran di kelas selesai, semua siswa langsung pulang ke rumahnya masing-masing.

Sebagai calon pendidik penulis mempunyai tujuan dalam hidupnya  untuk menjadikan sekolah tersebut menjadi sekolah yang ideal. Baik dari segi sarana dan prasarannya maupun dari pendidiknya sendiri.

Ketika suatu saat nanti penulis menjadi pendidik di sekolah tersebut hal yang pertama dilakukan adalah dengan cara pembelajaran di kelas yang akan membawa peserta didik ke arah yang lebih berbeda. Dalam pembelajaran di kelas peserta didik tidak akan di jadikan objek oleh pendidik, melainkan peserta didik akan dijadikan teman dalam proses pembelajaran. Karena dengan begitu peserta didik tidak akan merasa tegang dan takut selama pembelajaran dan akan lebih berani dalam mengemukakan pendapat.

Selain itu penulis akan berusaha mengajuka ke kepala sekolah untuk memperbaiki dan melengkapi sarana dan prasarana di sekolah tersebut. Dimulai dari ruangan kelas yang harus selalu bersih dan nyaman. WC untuk siswa yang harus dibangun kembali selayak mungkin untuk bisa dipakai oleh para siswa.

Selain itu untuk memanfaatkan halaman, penulis akan membuat taman yang dimana isinya adalah tanaman-tanaman yang disukai dan dibawa oleh para siswa. Dari hal ini siswa akan belajar untuk merawat sesuatu yang disayanginya. dan dengan begitu siswa akan mempunyai rasa tanggung jawab.

Untuk hal diluar pembelajarn di kelas, penulis akan mengadakan ekstra kulikuler yang akan disesuaikan dengan melihat secara kesuluruhan bakat-bakat dari para siswa. Ekskul ini akan menjadi wadah untuk siswa merealisasikan bakatnya.

Itu lah bebrapa hal yang ingin dilalukan untuk menjadikan sekolah dasar tersebut diatas menjadi sekolah yang ideal. Tentu saja hal tersebut tidak akan mudah untuk dilakukan, namun jika segala sesuatu telah diniatkan dengan kesungguhan serta berdoa dan berusaha tentu tuhan yang maha esa akan mempermudah jalannya. Semoga keinginan penulis bisa terwujud dan terlaksana sesuai harapan. 

About these ads
 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.